Mengenal Ecoprint, Seni Olah Kain dengan Motif Alam
Ecoprint atau botanical printing merupakan suatu seni olah kain dengan cara menata daun/bunga/kulit batang pada kain dan diperindah dengan menggunakan pewarnaan alam. Sesuai namanya, ecoprint berasal dari kata eco yang berarti lingkungan atau alam dan print yang berarti cetak. Ecoprint dibuat dengan menjiplak dedaunan dan kemudian merebusnya, mirip seperti proses pembuatan batik, maka sering juga disebut batik ecoprint walaupun sebenarnya ecoprint tidak tergolong batik. Perbedaan Ecoprint dengan batik ada pada bahan pembuatan corak atau motif yang digunakan. Motif pada batik dibuat secara khusus menggunakan bahan bernama 'malam' yang dicairkan untuk kemudian digoreskan pada kain. Sementara pada proses Ecoprint, kita tidak menggunakan ‘malam’.
![]() |
| Contoh Corak Ecoprint (sumber: iritdulman.com) |
Pembuatan
ecoprint membutuhkan tahapan yang cukup panjang dan tekniknya
bermacam-macam. Setidaknya ada tujuh tahapan yang harus dilalui hingga kain
siap dijahit dan digunakan. Tahapan pertama adalah Scouring, tujuannya untuk
menghilangkan kotoran atau debu yang menempel pada pori-pori kain. Tahap kedua premordanting,
tujuannya untuk memberi unsur logam pada kain, agar kain dapat mengikat warna
lebih kuat. Tahap ketiga mordanting, tujuannya untuk memperkuat ikatan
warna pada kain. Lalu tahap keempat pewarnaan, bisa dilakukan dengan beragam
cara seperti menggunakan ZWA (Zat Warna Alam), serbuk tannin, dan tunjung. Tahap
kelima, penataan daun pada kain. Sebelum digunakan, daun perlu di treatment
terlebih dahulu agar tercetak maksimal. Tahap keenam pengukusan kain,
memerlukan waktu sekitar 2 jam dalam api sedang. Lalu tahap terakhir adalah fiksasi
atau penguncian warna.
Hal
yang menarik dari ecoprint, motif pada setiap kain itu khas, unik,
eksklusif. Sulit untuk membuat 2 kain yang sama persis. Ini dikarenakan banyak faktor
penentu warna corak pada kain, bisa dari daunnya, treatment kain, bahan
pewarna yang digunakan, maupun durasi mordanting dll bisa mempengaruhi
hasil. Saat ecoprinter (sebutan untuk pembuat ecoprint) membuka
gulungan kain yang telah direbus dan didinginkan, hasilnya selau kejutan, tidak
bisa diprediksi. Terkadang warna lebih gelap atau lebih muda dari yang
diharapkan, kadang juga beberapa daun tidak tercetak dengan sempurna atau warna
yang dihasilkan berbeda dari biasanya. Maka dari itu, walaupun pembuatnya orang
yang sama, hasilnya selalu saja unik dan berbeda-beda. Inilah yang membuat kain
ecoprint memiliki nilai jual yang tinggi.
![]() |
| Selendang Kain Ecoprint (sumber: iritdulman.com) |


Comments
Post a Comment